Hasil Panen Anjlok, Petani Sawit Ngeluh

Tapanuli Tengah2135 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB

Musim penghujan harga sawit terus anjlok, petani meradang sulit mendapatkan sumber rezeki.

Dalam beberapa pekan intensitas hujan cukup tinggi, terus tidak berhenti hampir setiap harinya Kabupaten Tapanuli Tengah di guyur.

Hal itu membuat para petani menjadi melemah dalam meraup keuntungan dari perkebunan sawit  yang mereka panen tentunya. Apalagi mau menyambut Natal di akhir bulan, banyak kebutuhan buat keluarga di rumah.

Dengan cuaca yang terus tidak bersahabat, petani kelapa sawit  terus dibebani dengan kerugian. Ditambah proses hasil panen menjadi terlambat yang membuat jadwal panen menjadi tidak stabil tentunya.

Akibat musim penghujan dikhawatirkan buah sawit juga berdampak rusak dan menghasilkan hasil yang tidak memuaskan bagi petani lokal yang ada di Tapanuli Tengah.

Hal ini di keluhkan oleh salah satu petani sawit asal Mekarsari Kelurahan Sitonong , Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah ketika di jumpai wartawan Tapanuli News 24 Jam saat menjual hasil panen sawit nya pada salah seorang agen.

“Satu bulan terakhir ini harga sawit kita tidak menentu, saat ini hanya 800 rupiah satu kilo, ditambah lagi musim hujan sekarang, membuat kita susah untuk memanen. Itupun  kadang jadwal sawit kita sudah waktunya di panen akibat hujan terkadang mau menjadi terkendala gagal panen,” kata Boru Purba, Selasa (20/11).

Lanjut dia, sawit yang mau dipanen terkadang tidak bagus hasil buahnya. Biasanya sekali dua minggu hasil panen dilakukan.Namun saat ini kadang jadi tiga minggu, bahkan mau sampai empat minggu. Makanya banyak yang rusak dan busuk di batang sawit.

Senada itu hasil panen yang signifikan menurun membuat para agen sawit yang biasanya menurunkan hingga sebanyak tiga mobil, kini menjadi satu unit yang diturunkan buat mengangkut hasil panen dari desa tersebut. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *