Sidang Kasus Penelantaran Istri Oknum CPNS Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

oleh -649 views
Pihak keluarga korban kecewa kepada JPU karna menunda proses persidangan

SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB

Sidang ke empat, kasus penelantaran istri yang dilakukan oleh oknum Guru CPNS SDN 081226 Sibolga berinisial JS, pada Senin (23/3) kemarin di tunda.

Tak hanya itu, penundaan sidang tersebut bukan hanya sekali ini saja.

Orang tua korban, Martha Marbun, kepada News24jam.com, mengungkapkan, pada saat sidang ke tiga juga mengalami hal yang serupa.

“Kami menunggu persidangan itu mulai dari jam 14.30 WIB, sampai jam 22.00 WIB dan sidangnya selesai pada jam 21.00 WIB mau masuk lah kita,” katanya

Alasannya sidang ditunda katanya ya karena waktu terlalu malam, tapi waktu itu kita dengarnya dipanggil si terdakwa, sudah sempat pulang, kata si Donny Doloksaribu JPU (Jaksa Penuntut Umum),” ungkap Martha Marbun, Selasa (24/3).

Mendengar alasan dari JPU sedemikian, pihaknya (Martha Marbun) merasa keberatan. Karena dari awal dirinya sudah menanyakan kepada Hakim, Panitera, JPU dan juga pegawai PN Sibolga.

“Terakhir mereka sidang saya tanya juga, sidang ini dilanjut, iya jawab mereka, ada dari hakim saya tanya, dari Panitera, dari JPU, sama ada lagi pegawainya di situ saya tanya, ini bisa sampai jam 10 malam buk selesai nanti sidang, karena tadi banyak kali yang dari penjara di sidang, itulah alasannya,” terang Martha.

Dikatakan Martha, setelah selesai sidang terakhir, ternyata hakim memanggil terdakwa JS, akan tetapi sudah pergi.

“Jadi setelah saya klarifikasi sama jaksa, memang saya bilang, bapak yang menyuruh si JS pergi, soalnya barusan ku lihat duduk di tempat sidang. Setelah dipanggil kira – kira mungkin 10 menit itu, mau – mau sidanglah kita ini. Gak ada lagi di situ yang terdakwa. Alasannya katanya karena sudah terlalu malam. Padahal si hakim memanggil mau sidang. Alasan si jaksa yang menjawab pak hakim itu katanya si terdakwa sudah pulang. Karena terlalu malam,” jelasnya.

“Padahal sebelumnya kita tanya, nanti ini lanjut sampai selesai,” sambungnya.

Selain itu, Martha mengakui, pihaknya juga sempat cek – cok adu mulut dengan JPU. Karena, dari awal dirinya sudah memberitahu ke Hakim dan Jaksa mengenai saksi pendamping.

“Mula – mula dia ditolak, karena dia gak mau kami menghadirkan saksi pendamping. Nah, saya bilang ada saudara saya, katanya, kami minta tolong lah supaya kami hadirkan dulu itu, oke nanti kita minta ke hakim. Dan saya ngomong sama hakim, dan saya cari tahu, bisa, tapi minta ijin sama jaksanya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pihaknya sempat cek-cok dan menuntut agar proses persidangan dilanjutkan. Namun, terdakwa JS sudah tidak berada ditempat.

“Ditunda katanya, dan di lanjutkan tanggal 6 April 2020. Si terdakwa sudah pergi, lari dia. Sementara sampai akhir sidang si terdakwa masih ada di situ kita lihat masih menunggu. Dan perginya pun saat jam skorsing, jam istirahat,” kesalnya.

Sebelumnya, sidang kasus penelantaran istri yang dilakukan oleh oknum Guru CPNS ini digelar pertama kali pada hari Senin (02/03) di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Sidang dimulai yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Obaja Sitorus, didampingi dua hakim lainnya Marolop Bakkara dan Tetty Siska Simorangkir.

Dalam persidangan Ana Esmaria Sihombing, istri sahnya mengatakan suaminya tersebut telah meninggalkannya selama 1 tahun. Dan selama itu pula, tidak ada kabar dan nafkah yang diberikan.

Didepan Hakim, Ana menceritakan awal mula suaminya pergi meninggalkannya. Tepat bulan September tahun 2018, tiba-tiba JS pamit hendak ke rumah saudaranya di Tano Ponggol, Kecamatan Sarudik, Tapteng. Alasannya, ingin menemui orangtuanya yang baru saja tiba dari kampung.

Menurutnya, sebelumnya tidak ada persoalan diantara mereka. Bahkan, keduanya masih sempat bercanda dan tertawa di rumah tersebut.

“Kami nikah tahun 2015, jadi sudah 4 tahunlah kami berumah tangga. Kami tinggal di rumah mamak, di Ketapang. Kejadiannya bulan Sembilan (September), gak ada alasan, dia pergi dari rumah. Awalnya dia bilang mau ke Tano Ponggol karena mertuaku datang dari kampung. Itulah alasannya waktu itu,” kata Ana memulai ceritanya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *