Camat Sarudik, Harrys Sihombing Saat Menyalurkan Bantuan Dan Mengungsikan Para Korban Kebakaran TAPTENG NEWS – JAM 13.30 WIB
Kebakaran yang menghanguskan 3 unit rumah di Jalan KS Tubun, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Rabu (26/8) kemarin, Pemkab Tapteng langsung sigap dan tanggap memberikan bantuan kepada para korban. Hal itu disampaikan Camat Sarudik, Harrys Sihombing, Kamis (29/8).
Harrys mengungkapkan, untuk bantuan yang diberikan oleh Pemkab Tapteng, begitu dirinya menghubungi Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, beliau langsung memerintahkan BPDB pertama, mengirimkan selimut, kasur, tikar dan memberikan makanan bayi, mana tau ada yang punya bayi, sebanyak 15 paket. “Itu lengkap semua, dan itu sudah kita salurkan,” ucapnya.
Sesudah itu, kata Harrys, Dinas Sosial Tapteng juga datang ke TKP, memberikan bantuan makanan berupa beras, sembako dan juga tempat tidur di malam kejadian itu.
“Itulah ketanggapan bapak Bupati, dan kita A-plus itu mengenai penanganan bencana di sini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, Bupati melalui Dinas sosial tadi malam, juga meminta berkas administrasi mereka (Para Korban) untuk dikasih bantuan rumah layak huni. “Dan itu akan langsung masuk ke rekening korban,” katanya.
Harrys juga menceritakan, untuk korban kebakaran yang berada di lingkungan VIII, dirinya bersama Lurah sudah langsung berada di TKP, dan langsung menghubungi Damkar serta ikut langsung mengadakan penyemprotan di TKP.
Sedangkan, untuk masalah korban bencana kebakaran, sudah di ungsikan atau berposko sementara di SD Sarudik.
“Tapi sekarang saya sudah minta kepada Lurah untuk dipindahkan ke SMK Eka Satria,” imbuhnya.
Harrys berharap, sebagai Camat, dirinya minta tolong kepada masyarakat, agar ini menjadi pelajaran kedepannya, khususnya bagi masyarakat, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapteng.
Dia beralasan, kemarin waktu kejadian kebakaran itu terkendala untuk pemadaman akses jalan ke dalam.
“Sebelumnya kita juga sudah minta dulu untuk dilebarkan, udah rapat, tapi hingga sekarang tidak ada tindak lanjut, tidak mau masyarakat (Tidak sepakat). Dan kita dari pemerintah Kelurahan dan Kecamatan, sudah melaporkan ini juga ke Pemkab Tapteng, tapi terkendala karena tidak ada yang mau masyarakat untuk memberikan lahan,” terangnya.
“Jadi dengan adanya kejadian ini, tolong, tolong kepada masyarakat supaya membuka akses di Jalan KS. Tubun, gang Pelajar, untuk ambulan, pemadam, itu aja,” pintanya.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Sarudik, Dodi P Siregar, menceritakan bahwa semula dirinya ada di kantor menyelesaikan permasalahan warga di lingkungan V.
Namun sekira jam 17.00 WIB, masyarakat berhamburan dari kantor Lurah yang kebetulan pas ramai di situ melihat ke belakang.
“Saya lihat ada kebakaran di sekitar lokasi sekolah Eka Satria, dan saya langsung menuju ke TKP, sekalian juga saya melaporkan ke pak Camat, bahwasanya ada kejadian kebakaran di lingkungan VIII Kelurahan Sarudik,” ungkapnya.
Sewaktu di TKP, kata Dodi, beberapa saat kemudian pemadam kebakaran (Damkar) datang sekitar 1 menit.
“Begitu Damkar tiba, langsung saya arahkan juga dibantu masyarakat yang memang mengetahui persis dimana titik-titik yang dapat dimasuki mobil pemadam, selang pemadam langsung diarahkan sampai menjebol dinding SMA Eka Satria di lingkungan I,” bebernya.
“Jadi, tidak beberapa lama, kemudian datanglah dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Polsek dan Danramil. Kemudian datang juga dari Kecamatan dan Kelurahan beserta tokoh-tokoh masyarakat juga di situ. Jadi kita semua memang saling membantu lah di situ, semua elemen baik itu dari TNI, Polri, Kecamatan, Kelurahan serta dibantu masyarakat setempat juga,” sambungnya.
Beruntung, barang-barang sebagian masih ada juga yang terselamatkan, tapi sedikit. Dan pihaknya juga akan menghitung berapa kerugian yang dialami korban.
“Nanti bisa kami kalkulasikan lah apa-apa saja kerugian yang dialami oleh korban,” katanya.
Dodi mengaku, tidak mengetahui persis penyebab dari kebakaran tersebut.
Akan tetapi, kata Dodi, kalau pengakuan dari pak Ajir Naibaho, salah seorang korban yang rumahnya kebakaran, kebetulan antara rumah pak Ajir Naibaho dan yang dikontrak pak Iskandar, ada di situ pak Mawardi yang punya.
“Kebetulan rumahnya kosong, tidak ditempati, dia tinggal di Sibolga. Jadi mungkin pengakuan dan ada informasi juga dari masyarakat, tempat atau rumah ini lagi kosong, jadi anak-anak muda di situ, jadi tempat nongkrong anak-anak,” jelasnya.
“Listrik juga sudah diputus menurut pengakuan pak Mawardi, tapi karena ada juga informasi dari masyarakat bahwasanya rumah itu jadi tempat nongkrong anak-anak muda setempat. Informasinya yang kita dapat, anak-anak yang ‘nakal’ lah. Soalnya kalau penyebabnya dari korsleting arus pendek listrik, listrik kan sudah diputus,” lanjutnya.
Dikatakan Dodi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dan, para korban untuk sementara ini ia laporkan kepada Camat.
“Dan untuk hari ini, sesuai petunjuk pak Camat, para korban diarahkan ke SMK Eka Satria, karena melihat lalu lintas jalan yang memudahkan,” tutupnya. (ful)
Tidak ada komentar