TAPTENG NEWS – JAM 15.00 WIB
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), menyatakan akan mengubah paradigma (Pola Pikir) masyarakat yang selama ini menilai organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila sebagai Ormas Preman.
Pernyataan itu disampaikan langsung Ketua PAC PP Pandan, Erman Sakti Hutabarat, saat dikonfirmasi usai acara pelantikan kepengurusan PAC PP Pandan di Aula Pantai Hollywood, Kamis (29/10).
“Kita ubah pola pikir daripada masyarakat yang memandang atau menganggap kita selama ini (Ormas Pemuda Pancasila) sebagai Ormas Preman, itu tidak betul,” tegasnya.
“Dan alhamdulillah pada saat kepemimpinan saya, tidak lagi menciptakan kearoganan, tidak lagi menciptakan daripada keributan, tidak lagi menciptakan daripada yang dikatakan masyarakat itu adalah Ormas Preman,” sambungnya.
Erman mengaku, sangat bangga dengan rekan-rekan juang di PAC PP Pandan maupun seluruh pengurus-pengurus ranting yang telah dilantik (Di sahkan).
Ia menyampaikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila, khususnya di Kecamatan Pandan, agar kiranya dapat bersinergi dengan masyarakat. Karena menurutnya, apapun itu keresahan masyarakat, merupakan keresahan Pemuda Pancasila.
“Kita bantu masyarakat itu agar tidak menimbulkan lagi kerisauan, ketakutan, dan bahkan ada yang merasakan kehilangan-kehilangan dari orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.
Lanjutnya, selama ini, anggota PAC PP Pandan telah menunjukkan kinerja mereka ditengah-tengah masyarakat, yakni melalui kegiatan gotong royong, bakti sosial, mengamankan lalu lintas jika ada yang kemalangan, mengawal dan melaksanakan penguburan melalui anggota-anggota Pemuda Pancasila, melaksanakan patroli-patroli malam, dan bahkan ada juga ranting yang telah sepakat ingin mendirikan pos kamling.
“Karena keresahan masyarakat selama ini bahwa, banyak orang-orang atau oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pencurian-pencurian di lingkungan mereka (Ranting) masing-masing,” ungkapnya.
Tak hanya itu, mereka juga telah sepakat ingin mengawal ulama, dan hal tersebut telah dilaksanakan.
“Kami mengawal daripada ulama-ulama DMI (Dewan Masjid Indonesia) yang melaksanakan sholat subuh berjamaah. Karena kita lihat situasi saat ini banyak ulama-ulama yang telah dilukai,” ucapnya.
Kemudian, kepada rekan juang yang non muslim, Erman juga menyampaikan bahwa, apabila ada yang dibutuhkan dari Pemuda Pancasila, seperti pengawalan rumah ibadah dan pelaksanaan kegiatan non muslim lainnya, agar sama-sama saling membantu.
“Didalam Pemuda Pancasila, kita mengayomi seluruh Agama, seluruh ras, seluruh daripada suku bangsa, itulah Pemuda Pancasila,” pungkasnya.
Erman juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pers, agar bersama-sama bergandengan tangan untuk menciptakan suasana aman, damai, tentram. Sehingga tidak ada lagi tindak-tindak kriminal yang sangat meresahkan masyarakat seperti yang terjadi diluar-luar daerah.
“Jadi bahwasanya Pemuda Pancasila ini adalah Ormas, yang mana Ormas ini akan menampung aspirasi masyarakat, karena resahnya masyarakat merupakan resahnya daripada Pemuda Pancasila,” tutupnya. (ful)






