TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB
Warga Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meminta pengusaha mengembalikan hak tanah masyarakat yang telah diserobot dan dikuasai.
Hal tersebut diungkapkan R. Hutagalung, Sabtu (19/8/2023), saat dikonfirmasi media saat melakukan aksi pematokan batas wilayah Desa Rawa Makmur ditanah yang diserobot dan dikuasai oleh pengusaha tersebut.
“Hari ini kami melakukan aksi pematokan batas wilayah Desa Rawa Makmur, sekaligus meminta kepada Ucok Gardon yang merupakan salah seorang pengusaha di Kabupaten Tapteng Sibolga agar mengembalikan hak tanah masyarakat yang telah diserobot nya,” terang R Hutagalung.
Sambungnya, Ucok Gardon yang dikenal masyarakat sebagai pengusaha di Kabupaten Tapteng itu, sudah menguasai lahan masyarakat sekitar 50 Hektar selama kurang lebih 10 Tahun.
“Luas tanah masyarakat yang sudah diserobot Ucok Gardon sekitar lima puluh Hektar lah, dia menyerobot dan menguasai hak tanah masyarakat itu kurang lebih sejak sepuluh Tahun yang lalu,” terangnya.
R. Hutagalung, mengatakan bahwa masyarakat juga pernah melakukan perlawanan saat pertama kali pengusaha menyerobot dan menguasai lahan tersebut, sehingga dirinya harus berurusan dengan hukum dan divonis 6 Bulan penjara.
“Saat pertama kali dia melakukan penyerobotan dan ingin menguasai lahan masyarakat, kami masyarakat melakukan perlawanan sehingga terjadi adu fisik antara kami dengan anggota si Ucok Gardon itu. Sehingga saya harus dipenjara selama enam bulan atas laporan polisi mereka,” ungkapnya.
Lanjut, masyarakat Desa Rawa Makmur berharap permasalahan mereka itu mendapat perhatian dari Eksekutif, Legislatif dan Penegak Hukum. Agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan ketika masyarakat melakukan aksi-aksi menuntut hak tanah mereka dikembalikan.
“Kita berharap ini bisa menjadi perhatian DPRD, Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum. Kami takut, ketika nanti kami melakukan aksi-aksi menuntut hak tanah kami dikembalikan, kami ataupun pihak Ucok Gardon tersulut emosi dan terjadilah hal yang sama-sama tidak kita inginkan,” tegasnya. (Togu)






