Festival Tao Toba Joujou 2026 Perkuat Daya Tarik Pariwisata Danau Toba  

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Agu 2026 16:05 19 news24jam

SAMOSIR NEWS – Festival Tao Toba Jou Jou yang berlangsung selama empat hari pada tanggal 6-9 Agustus 2026 di Segmen 5 Waterfront City Pangururan sukses diselenggarakan melalui sinergi dan kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara resmi ditutup.

“Festival ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata, digitalisasi ekonomi dan keuangan, UMKM, serta ekonomi kreatif,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan Festival ini juga mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi serta Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”.

Kegiatan Festival Toba Jou-jou ini juga sukses terselenggara lewat sinergi dan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Pemerintah Kabupaten Samosir, serta berbagai pemangku kepentingan, di antaranya lembaga keuangan, Forkopimda, pelaku UMKM, asosiasi, dan komunitas.

“Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 diselenggarakan selama empat hari untuk memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ungkapnya.

Menurutnya, warisan budaya dan wastra menjadi salah satu kekuatan utama yang diangkat dalam Festival Tao Toba Jou Jou 2026 dan semangat kolaborasi tersebut direpresentasikan melalui simbolisasi “Manompuk” yakni prosesi tradisi menenun secara bersama-sama yang dilakukan pada pembukaan kegiatan tanggal 6 Agustus 2026.

“Simbolisasi ini disempurnakan melalui pemotongan benang terakhir pada puncak acara tanggal 8 Agustus 2026, yang merepresentasikan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain itu, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 ini juga menjadi wadah integrasi berbagai potensi unggulan daerah dalam mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Kemudian beragam rangkaian kegiatan dihadirkan, seperti Parade Agrobudaya yang melibatkan perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir, Festival Ulos Boru Ni Raja, Festival Kopi Tana Para Raja, Pameran UMKM Boru Ni Raja, Payment System & Services Activation, Operasi Pasar Murah.

Kegiatan edukasi, Festival Budaya Batak, Festival Kuliner Batak, Festival Musik Batak, serta Samosir Run yang berhasil “stride up” menjadi race run dengan melibatkan lebih banyak peserta dan memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik.

Dari sisi dampak ekonomi, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 mencatatkan transaksi penjualan UMKM sebesar Rp6,05 miliar.

Capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai produk UMKM, mulai dari kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, hingga fesyen dan kriya, termasuk hasil private preview Festival Ulos Boru Ni Raja dan business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja.

Selain itu, business matching antara perbankan dan pelaku UMKM turut mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar.

“Capaian ini menegaskan peran Festival Tao Toba Jou Jou sebagai platform strategis dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” bebernya.

Pihaknya juga akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang erat, penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou dan Samosir Run diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas usaha, perluasan peluang ekonomi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat. (Rizki)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA